Rabu, 01 November 2017

MAAF


Aku menulis ini, untuk mengucapkan maaf dan terimakasih.
Kepadanya; yang memberikan banyak waktu untuk membahagiakan aku.
Terimakasih untuk tiga bulan terakhir.

Maaf jika aku menyakitimu, kau pun tahu dalam hidup ini perihal ditinggalkan atau meninggalkan pasti terjadi. Maaf jika kali ini aku menjadi orang yang meninggalkan dirimu. Aku selalu mencoba untuk memberi rasa kasih dan sayang kepadamu. Kucoba mensyukuri hadirmu. Kucoba menggenggam rindumu. Namun perasaaan-perasaanku tak dapat dibohongi; Aku merindukan seseorang.


Kau juga pantas bahagia, kita bisa menjadi teman seperti awal jumpa. Tak perlu saling memblokir kontak, kau bukan orang seperti itu. Terimakasih untuk hal-hal baik dan manis yang pernah kau berikan dan perjuangkan. Terimakasih pernah mengusap airmata saat aku menangisi hal-hal perih. Terimakasih telah membuat kerumitan menjadi hal yang baik-baik saja. Terimakasih kau telah menerima keputusanku ini dengan bijak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Desember di Jogja

Merasa penat dengan hiruk-pikuk ibukota, macet dan dibuat berjuang setiap hari kerja dengan angkutan urban yang terkadang cukup tidak man...